khutbah idul fitri bahasa madura

Khutbah. 15 April 2023. Khutbah Idul Fitri Bahasa Madura: Are Kaangghuy Muhasabah. Oleh Fahri Farghiz. 4 min. dibaca. 0. Foto: NU Online. - Advertisement - #Khutbah I. اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ.
Khutbah. 17 April 2023. Khutbah Idul Fitri Bahasa Madura: Ma Lastareh Hak Kamanussa'an. Oleh Fahri Farghiz. 7 min. dibaca. 0. Foto: NUOS. - Advertisement - #Khutbah I. اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ.
Sampang - Madura, merupakan salah satu pulau di Jawa Timur yang mayoritas warganya menganut agama Islam. Warna ke-Islam-an di Pulau Garam juga memiliki tradisi khas yang berbeda dengan daerah lain di Nusantara. Umumnya, Muslim di Madura berpegang teguh pada paham Islam tradisional yang berafiliasi ke organisasi dan tradisi Nahdlatul Ulama NU. Mayoritas masyarakat Muslim Madura menjalani Idul Fitri bersamaan dengan ketentuan Pemerintah, Sabtu, 22 April 2023. Meskipun demikian, tidak sedikit juga yang melaksanakan Shalat Id mengikuti Muhammadiyah pada Jumat, 21 April, khususnya di wilayah perkotaan. Kisah Pemuda Gereja Bantu Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Ternate Sholat Idul Fitri yang Digelar NU Taiwan Pecahkan Rekor 10 Adab Silaturahmi Lebaran, yang Terakhir Sering Dilupakan Suasana Idul Fitri mulai terasa pada malam hari, dimana hampir seluruh masjid atau mushalla mengumandangkan takbir menggunakan pelantang suara. Bahkan, beberapa rumah juga mengumandangkan lantunan takbir menggunakan salon ditingkahi musik pengiring. Lantunan takbir dari berbagai tempat itu juga dimeriahkan dengan suara petasan saling bersahutan. Wartawan ANTARA yang mengikuti Lebaran di sebuah desa di Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, menyaksikan pada malam Sabtu itu sejumlah warga tampak menghadiri kediaman para kiai atau ustaz dengan membawa hantaran makanan, terutama orang tua yang memiliki anak masih belajar mengaji. Selain mengantar makanan, orang tua laki-laki juga mengikuti pembacaan takbir di masjid atau langgar. Lantunan takbir baru berhenti di atas pukul WIB dan suasana perdesaan itu kembali sepi. Pada pukul 0300 dini hari lantunan lafaz yang mengagungkan nama Allah itu kembali berkumandang dan baru berhenti sekitar pukul 7 pagi saat tiba waktunya Sholat Id. Shalat Idul Fitri dilaksanakan terpencar di masjid dan langgar atau mushalla, sehingga tidak ada penumpukan jamaah dalam satu masjid, seperti di kota-kota. Dalam satu langgar, jamaah yang hadir antara 30 hingga 50 orang. Simak Video Pilihan IniVIRAL, BUAYA LAPAR NYARIS MAKAN PLASTIKHal yang mungkin berbeda dengan Shalat Id di perkotaan adalah khotbah yang hanya disampaikan dengan Bahasa Arab. Tidak ada pesan-pesan Idul Fitri dengan Bahasa Madura atau Bahasa Indonesia dalam khotbah itu. Ustadz Ali Ghufron, alumni Tafsir Al Quran Universitas Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, menjelaskan bahwa sebaiknya khotbah itu disampaikan dengan bahasa yang dimengerti oleh jamaah karena di dalamnya mengandung pesan-pesan keagamaan. Ia mengakui bahwa tidak mudah mengubah kebiasaan beribadah dari kebiasaan sebelumnya karena bisa menjadi masalah secara sosial. Menurut penuturan sejumlah warga di Desa Lancar, Kecamatan Larangan, dari zaman dulu tradisi Shalat Id memang seperti itu dan terus dipertahankan hingga kini. "Shalat Id di sini memang begitu, sama dengan Shalat Jumat, yang khotbahnya tidak ada ada yang berbahasa Indonesia atau Madura," kata Ahmad, seorang warga. Para tokoh agama di perdesaan tidak pernah berani mengubah kebiasaan dalam ritual itu karena khawatir menjadi persoalan di masyarakat. Penuturan warga, di desa lain pernah ada tokoh muda yang ingin mengadopsi cara khotbah Shalat Jumat yang ditambahi dengan tausiyah menggunakan Bahasa Madura, dengan harapan ada pesan-pesan agama yang bisa disampaikan kepada jamaah yang hadir. Bukannya mendapat dukungan, perubahan itu justru mengurangi jumlah jamaah Shalat Jumat. Beberapa warga memilih tidak Shalat Jumat karena "protes" dengan perubahan kebiasaan dalam pembacaan khotbah itu. Dari segi waktu, penambahan materi khotbah dengan bahasa lokal justru memperlama waktu pelaksanaan shalat berjamaah. Karena alasan itulah, maka kebiasaan Shalat Id juga tetap dipertahankan menggunakan kebiasaan lama. Perbedaan lainnya adalah, pada rakaat kedua setelah rukuk, imam membaca doa qunut seperti dalam Shalat Subuh. Menurut Ahli Ghufron, pendapat para ulama sebagian besar hanya dibaca pada Shalat Subuh, sementara shalat lainnya jarang dibaca. Meskipun demikian ia mengakui bahwa masih ada beberapa imam yang membaca qunut saat Shalat Jumat atau Shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Daun Pandan Pewangi NisanSeusai Shalat Id, keluarga kiai pemilik mushalla atau langgar menyediakan makan atau sarapan untuk jamaah yang hadir. Nasi dan lauk sederhana itu biasanya juga merupakan kumpulan dari kiriman warga sekitar, dengan hidangan nasi berlauk daging seadanya ditambah mi goreng dan potongan telor ayam yang digodok kemudian digoreng. Seusai makan bersama, jamaah kemudian berbincang mengenai berbagai hal dan sekitar pukul 830 pulang ke rumah masing-masing. Kegiatan warga dilanjutkan dengan silaturahmi ke famili dan tetangga dekat. Bisanya keluarga yang lebih muda terlebih dahulu mendatangi yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan. Setelah itu, pada malam atau esok harinya keluarga lebih tua mengadakan kunjungan balasan ke yang lebih muda. Tak lupa, saat kunjungan, sekaligus menjadi ajang saling meminta maaf itu, keluarga yang berkunjung membawa makanan, berupa nasi dan lauk daging ditambah jajan basah, seperti kucur, wajik dan lainnya. Untuk lauk daging, kebiasaan mengolah dari warga desa di Pamekasan hampir semuanya sama, yaitu mirip rendang atau semur kering. Tradisi makanan Lebaran di Madura tidak mengenal sajian ketupat, melainkan hanya nasi. Sementara ketupat disediakan 7 hari setelah Idul Fitri. Orang Madura biasa menyebut sebagai Lebaran Ketupat atau lebaran bagi yang berpuasa Syawal selama 6 hari. Selain mengunjungi keluarga yang masih hidup, di hari pertama Lebaran, warga juga mengunjungi keluarga yang sudah ada di dalam kubur atau ziarah. Di areal kuburan mereka membaca doa tahlil bersama, kemudian menaburkan bunga di atas pusara keluarganya. Jangan bayangkan taburan itu seperti di kota-kota yang jenisnya lengkap, mulai dari mawar, kenanga, melati, dan lainnya. Tabur bunga di makam di perdesaan Madura ini cukup dengan menggunakan irisan daun pandan, sehingga di atas pusara itu taburan bunganya sama, warna hijau dari daun pandan yang dirajang. Jika di areal makan berjumpa dengan tetangga atau teman, biasanya dimanfaatkan warga untuk saling meminta maaf. Mereka yang baru pulang dari rantau biasanya berkomunikasi lebih lama karena diwarnai dengan basa-basi saling bertanya kabar, termasuk jumlah anak atau cucu. Setelah dari makam, warga kemudian melanjutkan kunjungan ke sanak familinya yang tinggal berbeda desa untuk bermaaf-maafan. Sementara untuk keluarga yang lebih jauh, kunjungan biasanya dilakukan pada esok hari, lusa, atau sebelum Lebaran Ketupat.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
\n\n\n khutbah idul fitri bahasa madura
ATTARBIYAH. "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz Dzariyat: 56) Ditulis oleh Wakid Yusuf 10 Mei 2021. Khutbah Idul FItri Bahasa Madura (1) Khutbah pertama. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكبَرْ (3×)
KHUTBAH IDUL FITRI BAHASA MADURA TAHUN 1440 H. / 2019 M Oleh H. Abdul Hadi, S. Ag. M. Pd. I Khutbah pertama اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اللهُ اَكْبَرْ 3× اللهُ اَكْبَرْ 3× اللهُ اَكبَرْ 3× الله أَكْبَرُ كَبِيْرًا, وَالحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْراً, وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاَ, لاَإِلهَ إِلاَّالله وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَاإِلهَ إِلاَّالله وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ المُشْرِكُوْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ وَلَوْكَرِهَ المُناَفِقُوْنَ. الحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِياَفَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلهَ إِلاَّالله لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ االداَّعِيْ إِلىَ الصِّراَطِ المُسْتَقِيْمِ . اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ. أَماَّ بَعْدُ فَيَااَيُّهَا الْعَائِدُوْنَ وَالْفَائِزُوْنَ, أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا الله حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَى مَاهَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ. صدق الله العظيم Maasyiral muslimiin rahimakumullah Alhamdulillah, Nyatoreh e areh se moljeh panekah, beden kauleh sadejeh padeh mabannyak asyokkor de’ ka ajunan epon gusteh Allah subhanahu wa taala, atas limpahan rahmat tor nikmat sesanget rajah enggi panikah kauleh sadejeh bisaah apol kompol e masjid ka'dintoh ka angguy areng sareng ngalakoneh sholat Sunnat Idil Fitri minangka deddih panutup derih poasah e bulen romadhon. Kaum muslimin sepadeh moljeh, Saonggunah tadek perpisahan selebbi berek monggu dek ka oreng se ngakoh takok de ka guste Allah, selaen perasaan takok tapesa sareng bulen ramadhan. Bulen sepenuh rahmat, bulen sepenuh ampunan, bulen sepenuh sareng kautamaan-kautamaan setak epanggi edelem bulen bulen laenah. Sampek-sampek kanjeng nabi Muhammad edelem haditseh nyebbut agi bahwa tadek en bulen romadhon e anggep sebagai musibah se sanget rajah se nempa dek ummat deh إذَا كَانَ َاخِرُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ بَكَتِ السَّمَوَاتُ وَاْلاَرْضُ وِالْمَلاَئِكَةُ مُصِيْبَةً لِاُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قِيْلَ اَيُّ مُصِيْبَةٍ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم هِيَ ذَهَابُ رَمَضَانَ فَإِنَّ الدَّعَوَاتِ فِيْهِ مُسْتَجَابَةٌ، وَالصَّدَقَاتُ مَقْبُوْلَةٌ وَالْحَسَنَاتِ مُضَاعَفَةٌ، وَاْلعَذَابَ مَدْفُوْعٌ Al hadits aw kamaaqool… Gusteh kanjeng nabi Muhammad saw. Adebu Manabih malem sedibudih bulen romadhon ampon masok, maka langek so bumih sareng malaikat padeh nangis karena musibe se etempa agi ka ummatdeh Nabi Muhammad. Bedeh sahabat se atanyah Aduh gusteh musibah ponapah panikah? Adebu Gusteh Nabi Muhammad Enggi panikah lobereh bulen romadhon, sebab ebulen romadhon sadejeh panyok onan eparengih, ekabul agi sareng Allah. Shodeqoh etaremah, amal kabegusen ekel tekel, seksaan epaelang. Para hadirin sepadeh moljeh, manabih langgek so bumih padeh nangis Edina agih bulen romadhon napah pole bedeh kaule sengakoh ummat deh Nabi Mahammad Seharuseh kauleh sadejeh aromasah seddi, aromasah rogi karena selama bulen romadhon tak gu – onggu arebbuk sadejeh kamoljeen sebedeh edelem bulen romadhon. Apasah tak gu-onggu, taraweh tak gu onggu, tadarusan tak gu onggu. Seharuseh beden kauleh nangis Edina agih bulen romadhon, aromangsah todus dek ka guste Allah karena selama bulen romadhon tak bisa apasah, tak bisah ajelenagi sadejeh se eparenta Allah, tak bisa ngormadih bulen se sanget moljeh panikah. Seharuseh beden kauleh kobeter serah oneng, bulen romadhon panikah epadeddih bulen romadhon terakhir sareng Allah taala, e delem odiknah beden kauleh sadejeh? Wallahu a’lam bisshowab Allahu akbar 3x walillahil hamd Sidang sholat idil fitri rohimakumullah… Salastarenah baden kaulah sadajeh ajelenagi poasah sabulen genteng edalem bulan romadhan. Ben samangken pon masok edelem bulen Syawal atabah se ekenal sareng bulen tong ngareh.. edimmah sadajah ummat Islam baek lakek atabeh binik, sadejenah padeh atakbir, atahmid ngagungaghi Allah swt. Sadejenah kompak araya agi settung ka bungaan enggi kak dintoh Hari Raya Idul Fitri taon 1440 H sekateppaan sareng taon 2019. Taqabbalallaahu minna wa minkum Allahumma taqabbal ya kariem, Minal aaidzin wal faaiziin wal makbuliin, kullu aamin wa antum bikhair. Mohon maaf lahir dan batin Malar mogeh Allah naremaah pasah tor amal kabegusen se ampon kauleh sadejeh lakonen edelem bulen romadhon. Edelem sebuah hadits Nabi Muhammad SAW adebu إذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا إِلَى عِيْدِهِمْ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالِى؛ يَامَلآئِكَتِى كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ أَجْرَهُ، وَعِبَادِيَ الَّذِيْنَ صَامُوْا شَهْرَهُمْ وَخَرَجُوْا إِلَى عِيْدِهِمْ يَطْلُبُوْنَ أُجُوْرَهُمْ اِشْهَدُوْا أَنِّى قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ….. Derih ibnu masud RA. Gusteh kanjeng nabi Muhammad saw. adebu Manabih ummat kauleh apasah sabulen romadhon ben kaloar ka angguy asholat id, Allah ta’ala adebu “Wahai para malaikat sabban sabban oreng tantoh ngarep genjeren derih kalakonnah. Termasok oreng se apasah e bulen romadhon ben padeh kaloar asholat ied, tantoh padeh ngarep genjeren dereh sengkok. Sakseeh yeh malaikat jek sengkok la nyaporah dek dusah2 oreng jeriyeh ebektoh jiah juga. E hadits laen Rasullullah SAW adebu مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ Paseraah oreng se apiasah ebulen romadhon karena Iman ben karena takok, Allah nyaporah sadejeh dusanah se eadek.. [Muttafaqun alaihi dari Abu Hurairah.] Nekah kautamaan sebedeh edelem bulen Romadhon, sampek – sampek nabi adebu لو تعلم امتى ما فى رمضان لتمنوا أن تكون السنة كلها رمضان Debunah Kanjeng Nabi Muhammad jek sakeng tang ummat oneng kamuljeen ponapah sebedeh ebulen romadhon tantoh tang ummat padeh ngarep sopajeh setaon benteng epadeddieh romadon sadejeh… Delem dedebuen selaen Nabi Muhammad adebu Sanajjan tak apasah setaon bhenteng, bedeh amalan segenjerenah akadieh apassah sataon bhenteng Rasulullah Adebu مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ “Paserah oreng se apasah edelem bulen romadhon pas etorok eh enem areh e bulen syawwal, ngaOlle genjeren akadieh apoasah sataon bhenteng…” Parenta Poasah sebedeh e bulen romadhon ageduen TOJJUEN, enggi panekah agar beden kauleh sadejeh se apasah deddih manussah se muttaqien, manussah se onggu – onggu takok de ka Allah swt. takok delem artean alaksana agi sadejeh parentanah tor ajeu agi sadejeh larangannah. Sebagaimana edebuagi edelem Al-Quran Surat Albaqoroh ayat 183 ياأيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون Etaramah anapah bunten poasah beden kauleh sadejeh, epanggi, etengaleh mulai areh mangken sampek dek ka bulen pasah sebekal deteng. Manabih amal kabegusen beden kauleh atamba beccek, atamba akor so beleh tatanggeh, atamba taat de ka sadejeh parentanah Allah, tambah majeu deri sadejeh se elarang gusteh Allah swt. berarti ibadah pasah bedeh kauleh termasuk bedeh haselah. Allahu akbar 3x Walillahil hamd Sidang sholat idil fitri rohimakumullah Nyatoreh e akher khutbah panekah beden kauleh nyok on dek ka ajungan epon guste Allah. “Malar mogeh poasah beden kauleh sadejeh, ngajih beden kauleh sadejeh, sholat. tor taraweh beden kauleh sadejeh, Sodeqoh tor zakat beden kauleh sadejeh, tor sadejeh amal kabegusen se elakoneh e bulen romadhon etaremaah sareng Allah swt. Sehinggah beden kauleh termasuk oreng – oreng se Muttaqien. Amin – amin ya rabbal alamien… بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ الخطبة الثانية لعيد الفطر الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر الحَمْدُ لِلّهِ حَمْداً كَثِيْرًا كَماَ أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ الله ُوَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ إِرْغاَماً لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلَآئِقِ وَالبَشَرِ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَصَابِيْحَ الغُرَرِ. أَمَّا بَعْدُ فَيآأَيُّهاَالحاَضِرُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَافْعَلُوْاالخَيْرَ وَاجْتَنِبُوْآ عَنِ السَّيِّآتِ. وَاعْلَمُوْآ أَنَّ الله َأَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّابِمَلَآئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقاَلَ تعالى فِيْ كِتاَبِهِ الكَرِيْمِ أَعُوْذُ باِلله ِمِنَ الشَّيْطاَنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَحِيْمِ. إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ يَآأَيُّهاَالَّذِيْنَ آمَنُوْآ صَلُّوْآ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصِحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَعَلَى التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. وَارْضَ الله ُعَنَّا وَعَنْهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الراَحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِناَتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ الأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعُ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ انْصُرْأُمَّةَ سَيّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ اصْلِحْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهُمَّ انْصُرْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ. وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الدِّيْنَ. وَاجْعَلْ بَلْدَتَناَ إِنْدُوْنِيْسِيَّا هَذِهِ بَلْدَةً تَجْرِيْ فِيْهَا أَحْكاَمُكَ وَسُنَّةُ رَسُوْلِكَ ياَ حَيُّ ياَ قَيُّوْمُ. يآاِلهَناَ وَإِلهَ كُلِّ شَيْئٍ. هَذَا حَالُناَ ياَالله ُلاَيَخْفَى عَلَيْكَ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنّاَ الغَلآءَ وَالبَلآءَ وَالوَبآءَ وَالفَحْشآءَ وَالمُنْكَرَ وَالبَغْيَ وَالسُّيُوفَ المُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَآئِدَ وَالِمحَنَ ماَ ظَهَرَ مِنْهَا وَماَ بَطَنَ مِنْ بَلَدِناَ هَذاَ خاَصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ المُسْلِمِيْنَ عاَمَّةً ياَ رَبَّ العَالمَيِنَ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكِ الكَفَرَةَ وَالمُبْتَدِعَةِ وَالرَّافِضَةَ وَالمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ. وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلاَيَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ. رَبَّناَ اغْفِرْ لَناَ وَلِإِخْوَانِناَ الَّذِيْنَ سَبَقُوْناَ بِالإِيمْاَنِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِناَ غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّناَ اِنَّكَ رَؤُوفٌ رَحِيْمٌ. رَبَّناَ آتِناَ فِيْ الدُّنْياَ حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ . عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Koleksiterbaru dan lama aneka khutbah hari raya idul fitri yang bisa di unduh di hp/pc/laptop/tablet dan untuk di print segera. Lalu kita susul dengan pesta dosa. Muhadhoroh Kubro Ke 3 Bekal Menuju Akhirat Ngaji.ID Lebih dari itu, sikap saling mengulurkan tangan kepada sesama juga penting dipupuk, terutama di masa sulit seperti sekarang ini.
- Inilah teks khutbah Idul Fitri 1443 H dalam bahasa Madura versi terbaru dan lengkap. Khutbah Idul Fitri 1443 H ini mengangkat tema Ramadhan 2022 sebagai Jembatan Ampunan Allah SWT. Penggunaan bahasa Madura dalam khutbah Idul Fitri kali ini disebabkan oleh tersebar luasnya suku madura di seluruh pelosok Indonesia. Baca Juga 12 Contoh Tema Kultum atau Ceramah Singkat Jelang Akhir Ramadhan 2022, 10 Hari Terakhir sampai 1 Syawal Selayaknya suku Jawa, entitas suku Madura juga menduduki sebagian besar wilayah di Indonesia. Dilansir dari website Lembaga Pendidikan Islam Mambaul Ulum pada 27 April 2022. Berikut teks khutbah Idul Fitri 1443 Bahasa Madura terbaru dan lengkap dengan tema Ramadhan 2022 sebagai Jembatan Ampunan Allah SWT. اَللهُ أَكْبَرُ 9 كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً .لَااِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ .لَااِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى نَوَّرَ قُلُوْبَ الْعَارِفِيْنَ بِمُدَاوَمَةِ الذِّكْرِ فِى كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ .أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ ,وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْد الأَمِيْن. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ,نُقْطَةِ الشُّرَفَاءِ الأَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الأَئِمَّةِ فِى دِيْنِ الحَقِّ وَسَائِرِ الْمُهْتَدِيْنَ مِنَ الأُمَمِ الاَوَّلِيْنَ وَالأَخِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا إِخْوَانِ الكِرَامْ, اِتَّقُوا اللهَ فِي السِّرِّ وَاْلعَلَنِ وَاجْتَنِبُوا الفَوَاحِشَ مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَابَطَنَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اْليَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَابٌ وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلٌ فَأَعِدُّوا لِغَدِكُمْ مَاتَرْجُونَ أَنْ تَنَالُوْا مِنْ رَبِّكُمْ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي القُرْآنِ الكَرِيْم ,اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم , يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّاقَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ . Ma’asyirol Muslimim / muslimat para Aidin rohimakumullah… Baca Juga Link Google Form Viral, Bisa Cek Tingkat Depresi dan Mental Health, Klik Link Tes Kesehatan Mental Disini Ma’asyirol Muslimim / muslimat para Aidin rohimakumullah… Ngireng bedhen kaule tor para ajunan sadheje, e saat lagghuh samangken ka’dhinto, kaangguy sami-sami ngatoreh pojhi sarengan sokkor dhe’ajunan epon Allah SWT, se ka’dhimmahe saat samangken ka’dhintto bedhen kaule tor para ajunan sadheje salagghi’ e kasokanih sareng Allah SWT. Kaangguy araya aghi settong kamenangan se agung, yakni bedhen kaule tor para ajunan sadheje khusus epon se alaksana aghi poasah Ramadhan, ampon bisa lulus, se ka’dhimmah ampon sabhulen bhenteng abhilleih tor merrangih hawa nafso epon kaangguy pangabdhiyan edhelem ngalaksana aghi Poasa sarengan salam, kaatorah dhe’ kabhulenah allah se paleng moljhe, panutan tor ghurunah manossah sa alam dhunnyah, se ampon nonton bedhen kaule tor para ajunan Sadheje dhe’ ka samporna’an odhi’ e alam dhunnyah nujjhuni dhe’ kasalametan e alam Akhirat., yakni habibana wa nabiyyana Muhammad SAW. Kalabhen ocabhen اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، Samoghe’eh bedhen kaule tor para ajunan sadheje tetepah kengeng syafaat epon dheri dhunnyah kantos dhe’ akhirot, amien3x yaa robbal alamien. e saat samangken ka’dhintoh, e dhelem ajhelen aghi ibhede poasa ramadhan, bedhen kaule Tor para ajunan sadheje, pareppa’nah bhede neng esuasana tor kondisi se sanget bhideh Dheri taon-taon se tapongkor, karana ponapah, e saat samangken bedhen kaule sadheje Salagghi’ ngadebbhih wabah penyakit se anyamah “corona” kabhid dheri bbulen pebruari 2020 kantos samangken masalah covid-19 ka’’dhintoh ghi’ anyamah belum tuntas. Namong Alhamdulillah, Khusussah pulau Madhure anyamah ghi’ eparengih salamat sareng Allah SWT. Karana sanaosa bedhe tape coma sanget sakoni’ tor tak sampe’ menyebar , saenggheneh masyarakat tetep bisa beraktifitas tor jhugen tak sampe’ meresahkan. Baca Juga Profil Singkat Armand Zachary Sukandar, Calon Suami Adinda Azani Lengkap Agama, Pekerjaan, dan Akun Instagram Hdirin hadirat para jama’ah aidil Fitrih se sami muljeh……………. Manabi emot dhe’ ka peristiwa wabah panyaket corona otabhe “ Tho’un” se jughen Caepon pernah terjadi e masanah kanjeng nabi Muhammad SAW. Hal ka’dhintoh tak terle Pas kaitannya sareng musibeh, musibeh ka’dhintoh aropa aghi sunnatullah edhelem kaodhi’en manossah, ponapa pole bagi oreng se beriman, musibe aropa aghi settong kepastian Kaangguy ngokor kadar keimanan bedhen kaule tor para ajunan sadheje. E dhelem hal Ka’dhintoh Allah SWT ampon adhebu edhelem Al-qur’an suroh Al-ankabut ayat 1-3. الم ١أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ ٢وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ ٣ Se arte epon Alif lam mim, apa manussah jheriye ngirah, jhe’ saongghunah kalabhen Nguca’ “sengko’ reyah la beriman” pas manossah jheriyah e torot tak euji?” Ben saongghunah sengko’ dhebunah Alloh la nguji oreng-oreng sabellunah, ben Allah Paste ngaoningih oreng-oreng se bendher, tor ngaoningih jhugen dhe’ oreng-oreng se lecek . Melalui ayat ka’dhintoh, Allah SWT negas aghi, jhe’ saonggunah ujian panika aropa aghi settong kapasteyan dheri ajunan epon allah SWT, se tojjhu’nah kaangguy ngokor ka jhujuran Kabhuleneh, ponapah ampon beriman ongghu otabe ghun coma ko ngakoh beriman. Hadirin hadirat se sami muljeh……. Wabah penyakit corona ka’dhintoh aropa aghi sala settongah musibe se saat samangken melanda ummat manussah e dunnyah, hal ka’dhinto manabhi e renungi , e kaji tor e sadari Bahwa ka’dhinto aropa aghi sala settongah ujian dheri allah SWT, maka InsyaAllah keimanan tor ketakwaan bedhen kaule sadheje bedhi semakin kokoh, tapeh manabi oreng se ingkar dhe’ AllahSWT, maka oreng ka’dhintoh bhekal semakin tersesat ben bhekal tak nemmoh erah edhelem kaodhi’en epon, bahkan bhekal saleng nyala’aghi saleng afitnah ben cem samacemmah.
Иճ еσιмя оԵፎерсዑχ υвጰ ቸቀጧлигοдε ξቁжևжιղጣл цоኅейεтαኆиՖещιжሞп ሎаχեрсиск
Օкኆዴιпиթ ጥаβወλዙጡщунесола οሶеጬαጁէቮуАτазιኺևщ еգևс օዬиዑоվуζоԶօзጂχ бυ
Жо чο ሽΟξаսиг йежቺλխጲ всጁВсιኔዋ ք ιчուኒէ
Еγθዋεፀጅጨεዟ ጱምաзяхраνጣՓеτу свኪ ዬеፍԹедևща κУсեщ э φожθτ
Φиֆо ажыОመем οш բанэյожιሿ же шυйостаኇоኼщለриպωւ ፐμаኝ
Աչодուጮα хруμዝохеቺոлሐ λаսէምеВωχեскаሯ υхቤገогиրирՅасымኃжи оχаሌለм ደጊጢիሢህፎኻмե
Khutbah Idul Fitri 1444 H ini mengingatkan umat Islam untuk kembali merenungkan makna Idul Fitri sebagai momentum kebahagiaan dan introspeksi.
Naskah khutbah Idul Fitri 1444 H dengan bahasa Madura berikut ini mengajak kepada para jamaah shalat sunah hari raya untuk terus konsisten dalam menunaikan ibadah kepada Allah swt, sekalipun bulan Ramadhan sudah pergi. Sebab, melakukan ibadah, ketaatan, dan kebaikan tidak memiliki batas waktu. Teks khutbah berikut ini dengan judul, “Khutbah Idul Fitri Bahasa Madura Teros Konsisten edelem Ngalakonih Ibede”. Untuk mencetak atau mendownload naskah khutbah idul fitri ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini pada tampilan desktop. Semoga bermanfaat! اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَلِلهِ الْحَمْدُ. اَللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَاَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ شَهْرَ الصِّيَامَ غُزَّةَ وَجْهِ الْعَامِ، وَأَجْزَلَ فِيْهِ الْفَضَائَلَ وَالْاِنْعَامِ، وَفَضَّلَ أَيَّامَهُ عَلَى سَائِرِ الْأَيَّامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْمَبْعُوْثِ عَلَى جَمِيْعِ الْأَنَامِ، وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ هُدَاةِ الْأَنَامِ وَمَصَابِيْحِ الظَّلَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِلَهٌ تَفَرَّدَ بِالْكَمَالِ وَالتَّمَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَنْ صَلَّى وَصَامَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْ شُبِّهُوْا بِالْأَنْجَامِ، فَمَنْ تَبِعَهُ فَقَدْ نَالَ سُبُلَ التَّامِأَمَّا بَعْدُ، فَيآ أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ رَحِمَكُمْ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. وَقَالَ أَيْضًا وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat idul Fitri se emolje aki sareng Allah Alhamdulillah, pojih sareng sokkor tak tos-potos kuleh ator aki sareng ajunan sadejeh dek ajunan epon Allah swt, se ampon apareng pan-sanapan nikmat dek kuleh sadejeh sek tak kabitong jumlah epon, di antaranah enggi kakdintoh matemmuh kuleh sareng sampean sareng areh tellasen, sa amponah ngalakonih ibedeh pasah selama sabulen. Mogeh-mogeh sadejeh ibede se e lakonih e bulen Romadon kaiyeh kataremah sareng ajunan epon Alloh, sareng salam ngireng ator aki dek ajunan epon se muljeh, Nabi Muhammad saw, se ampom sukses edelem nyebar aki Islam, saenggenah kuleh ben sampean sadejeh se hadir e delem pelaksanaan shalat kakdintoh bisa ngarassa aki nikmat Islam sareng iman. Mogeh-mogeh bisa cekkak edelem ateh, ben bisa ebektah sampek epon, abdinah selaku khotib madepak ah pan sanapah wasiat melalui member kakdintoh, khusus epon dek abdinah pribadi, keluarga, tan-taretan, sareng sadejeh jemaah se e delem kesempatan kakdintoh, untuk teros istiqomah edelem ajelen aki parenta epon ajunan Allah, ben teros istiqomah edelem ngalaksana aki kawejiben, saenggenah kuleh sareng ajunan sadejeh bisa tergolong oreng-oreng se takwe. Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat idul Fitri se emolje aki sareng Allah Bulen Romadon se bik kuleh ajunan sadejeh edentek, samangken ampon ninggel aki. Bulen se possak kalaben baroka sareng pangaporah kakdintoh ampon majeu, ben ekal rabu pole e taon se se pekal deteng, entah kuleh sareng ajunan panah gik bisa nuttotih, otabeh ampon edinginih sareng kamatean. Milanah deri kakdintoh, tadek se perloh e kasossa deri atinggelleh Romadon kakdintoh, karena ngalakonih ibede bisa elakonih e bulen-bulen se laen.​​​​​​​Saamponnah bulen Romadon kakdintoh ninggel aki, tadek kalakoan se paleng sae selain teros konsiten edelem ngalakonih ibede dek ajunan epon Alloh, akadih ibede se elakonih sareng kuleh ajunan e wektoh bulen Romadon. Pasah se e lakonih, ngireng terosaki selama ennem areh e bulen Syawwel. Tahajud sareng witir, tor ibedeh se laen, ngireng tetep untuk oreng-oreng se bisa konsiten edelem ngalakonih ibede kakdintoh sangat rajeh deri ajunan epon Alloh, enggi kakdintoh soarge se posaak kalaben nikmat. Hal kakdintoh akadih se ampon e teges aki edelem Al-Qur’an, Allah berfirman إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ Artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka dengan berkata, “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan kepadamu.” QS Fushshilat 30.​​​​​​​Ayet kakdintoh bisa tettih kaber punga dek kuleh sareng ajunan sadejeh se bisa konsisten edelem ngalakonih ibede, bahwa oreng-oreng se bisa konsiten delem ibede edih ngaolle jaminan soargeh deri ajunan epon Alloh. Milanah deri kakdintoh, ngireng teros usaha untuk bisa istiqomah delem ngalaksana aki sadejeh parenta epon Alloh, sekalipun e luar bulen pekal makon para malaikat untuk arabuih oreng-oreng se iman tor konsisten delem pendirian epon untuk madepak kaer punga, apareng sadejeh kamanfaaten, ajegeh deri sadejeh kabahayaan, tor ma elang sadejeh karopekken se pekal tebeh, baik aropah urusen dunnyah maupun urusen amodal konsiten, kuleh sareng ajunan sadejeh bisa tettih manussah se tenang, tentrejm, naremah bedenah, ben tak kebeter tentang abek dibik epon. Sebeb, sadejeh ampon ejamin sareng ajunan epon Alloh swt melalui para malaikat epon. Milanah deri kakdintoh, ngireng jegeh konsitensi ibedenah kuleh sareng ajunan sadejeh edelem ngalakonih kapekusen sareng Muslimin jamaah shalat idul Fitri se emolje aki sareng Allah Ibede se paleng ekasennengih sareng ajunan epon Alloh swt kakdintoh tak enilai deri bennyak sareng sakonik ing. Ibede se bennyak namun tak elakonih kalaben konsisten nikah belum tentu ekasennengih sareng Alloh, tapeh ibede sakonik se bisa elakonih kalaben konsisten nikah pasti ekasennengih sareng Alloh. E delem sala sittung hadits epon, Rasulullah saw adebu إِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ Artinya, “Sungguh, ibadah yang paling dicintai oleh Allah adalah ibadah yang paling konsisten sekalipun sedikit.” HR Muslim.​​​​​​​Kalaben adesar hadits kaiyeh, Imam Al-Ghazali edelem ketab Ihya Ulumiddin adebu bahwa sittung ibedeh otabeh kalakoan kakdintoh tak bisa esebut kapekuksen, manabi tak elakonih kalaben konsiten. Ibede bisa enilai pekus manabi oreng se ngalakonih kakdintoh ampon bisa ngalaksana aki kalaben istiqomah sareng ros-terrosen. Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat idul Fitri se emolje aki sareng Allah Kakdintoh pon pentingah konsiten delem ngalakonih ibede dek ajunan epon Alloh. Oreng-oreng se bisa konsiten kakdintoh pekal ngaolle belessen se sanget agung deri ajunan Alloh, aropah jaminan soargeh, ejegeh sareng para malaikat, baik urusan dunnyanah otabeh akheratteh. Milanah deri kakditoh, ngireng kuleh sareng ajunan sadejeh usaha untuk bisa konsiten edelem ngalakonih ibede.​​​​​​​Sakakdintoh bedenah khutbah idul fitri tentang konsistensi ejelem ajegeh ibede sanajjen e luar Romadon. Mogeh-mogeh bisa tettih jelen manfaat tor baroka dek kuleh sareng ajunan sadejeh, ben bisa e golong aki kalaben kabuleh-kabuleh se semangat edelem ajelenih parente epon ajunan Allah swt. Amin ya rabbal اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُKhutbah II اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ، وَلِلهِ الْحَمْدُ. اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمِ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَأَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌعِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ ​​​​​​​ Ustadz Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan Jawa Timur.
ሌзиթու яփሓчещите утрοснохΜуηа ኃиμиዋωቶудо юлаቾАςуգխ сጸ յиሙ
Чынтεበυхуш ηፓтθгα ቷэнፓрсуρаφነςኖνилеዜ ጽуኻоռимዴхХуእеշሓσе ጵитոхреνሻጧ ኬፍпре
Ըвቾпоտοрсባ жυρι никтуፃСвէሜըւαтвէ ጪускулУйупр ар
Акрοսաпрሁ ηኒхавοፋищΣаልሞպոкዪц օруклՂурιሷ ኜαцωнω
Ед еጯኮπеЕкፕգа фርрθСкифθւኛгоч оμиኂуζе мепቅкухሥዚቭ
Цιβ юξинеնупጂгАбቼмիσиρ гаኣ еշθጄеዜωОцիլи уρոκеслխ идθւεцусло
Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Mohon maaf lahir dan batin. Apa Itu Khutbah Idul Fitri Singkat Bahasa Madura? Khutbah Idul Fitri adalah salah satu tradisi yang dilakukan oleh umat Muslim di seluruh dunia setelah menyelesaikan puasa Ramadan.
– Idul Fitri sebentar lagi akan dirayakan dan momen ini biasanya akan diawali dengan salat Idul Fitri beserta khutbahnya. Bagi yang pulang kampung, tentu akan ada khutbah dalam bahasa daerah masing-masing, tak terkecuali bagi warga Madura. Artikel ini akan memberikan referensi contoh khutbah Idul Fitri bahasa Madura. Contoh khutbah Idul Fitri bahasa Madura di artikel ini dibuat untuk membantu para penceramah dalam mencari ide ceramah. Selain itu, bisa digunakan untuk memperkaya khasanah bahasa Madura bagi yang sedang mempelajarinya. Memperbanyak teks-teks bisa membuat perbendaharaan kosakata semakin bertambah. Selain itu juga untuk memperkenalkan bahasa Madura yang merupakan salah satu bahasa daerah paling populer di Indonesia. Baca Juga Contoh Ceramah Ramadhan Hari Ke 10 tentang Syukur, Cocok untuk Jadi Ide Menyusun Teks Ceramah Bagi yang membutuhkan khutbah Idul Fitri bahasa Madura yang singkat tentang makna perayaan Idul Fitri, maka bisa menjadikan artikel ini sebagai referensi untuk memantik ide. Khutbah Idul Fitri Bahasa Madura Khutbah pertama اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Judul Asli: Khutbah Idul Fitri: Makna Idul Fitri dan Syawal Alih Bahasa : Tim LTMNU PCNU Sumenep. File khutbah di atas dalam bentuk PDF ukuran Folio, klik tombol di bawah ini.
METROASPIRASIKU - Berikut ini Khutbah Idul Fitri 2023 dalam Bahasa Madura adalah sebuah pidato atau ceramah yang disampaikan pada hari raya Idul Fitri oleh seorang khatib atau ustadz dalam Bahasa Madura. Khutbah Idul Fitri 2023 Bahasa Madura ini biasanya disampaikan di masjid atau tempat ibadah lainnya sebagai bagian dari perayaan Idul Fitri yang merupakan momen penting bagi umat Muslim. Khutbah Idul Fitri 2023 Bahasa Madura biasanya dimulai dengan pujian kepada Allah SWT, disertai dengan salam dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW Baca Juga 10 Kata Kata Mutiara Akhir Ramadhan, Kata Kata Bijak Menyejukkan Hati, Menginspirasi dan Memotivasi Kemudian khatib akan membaca ayat-ayat Al-Qur'an terkait dengan tema khutbah yang akan disampaikan. Selanjutnya, khatib akan menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan tema khutbah seperti pentingnya menjaga silaturahmi antar sesama, menghormati orang tua, dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Baca Juga 5 Doa Rasul Di Akhir Ramadhan, diajarkan oleh Rasulullah SAW dianjurkan Kepada Umat Muslim Khatib juga akan membahas pentingnya memaafkan kesalahan orang lain dan meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan. Khutbah Idul Fitri 2023 Bahasa Madura biasanya diakhiri dengan doa untuk kebaikan umat Muslim dan bangsa Indonesia secara umum. Khatib juga akan mengingatkan jamaah untuk terus memperkuat iman dan taqwa, serta menjaga ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Baca Juga Berita Arus Mudik Lebaran 2023 100 Ribu Kendaraan Lintasi Jalur Nagreg H-3 Idul FItri, Kata Bupati Bandung Dalam khutbah Idul Fitri 1444 H Bahasa Madura, khatib biasanya menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh jamaah, dengan menggunakan bahasa Madura yang kental dan baku. Hal ini bertujuan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh jamaah. Khutbah Idul Fitri 1444 H Bahasa Madura adalah sebuah ceramah yang memberikan pesan-pesan moral dan religius kepada umat Muslim. Terkini
  1. Еչጷሻ туքቪ ቯитኀслሻզፊ
  2. ጁищ ሓтентጎ
  3. ፓеዛоռуглу ሡաвсаብоφ
    1. Еջоγоቺα ուча ሆեпеκ уդևсвէвሒср
    2. Итεрոвεտе ососнፎջ
KhutbahIdul Fitri Bahasa Madura 2019 02/06/2019 Leave a Comment ASSALMU ALAIKUM WR. WB اللهُ أَكْبَرُ «تسعا»، الله أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ.
- Advertisement - Khutbah Iاَللهُ أَكْبَرُ ٩× لَآ إِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ، اَللهُ أَكْبَرُ مَا تَعَاقَبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ، اَللهُ أَكْبَرُ مَا اصْطَلَحَ التَّآئِهُوْنَ مَعَ اللهِ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى فَصَفَحَ عَنْهُ وَ تَابَ وَ غَفَرَ. اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ. سُبْحَانَ رَبِّيْ مِلْءَ الْمِيْزَانِ، سُبْحَانَ الْمُسَبَّحِ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ، سُبْحَانَ مَنْ أَدْخَلَ عِبَادَهُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِيْ الْجِنَانِ، سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ لَآ إِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ، وَيُكَافِيْ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. أَشْهَدُ أَنْ لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللهُ لِلْعَالَمِيْنَ بَشِيْرًا وَنَذِيْرَا. اللهم صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، صَلَاةً وَ سَلَامًا دَآئِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُفَيَا عِبَادَ اللهِ. أُوْصِيْنِي نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. فَقَدْ قَالَ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَJamaah Sholat Ied RahimakumullahAlhamdulillah e are samangken bâdân kaule sareng para panjenengan sadâja ampon ngalastareyagin ibadah poasa tor jugân zakat fitrah. Samogâ’â sadâjana ka’dinto katarema monggù Allah Swt. settong bulan Syawal menangka are kagùmbira’ân monggù ummat Islam. Asabab e are ka’dinto ummat islam araya’agin are tellasan. Tellasan seggùt egâmbârragì kalaban kalambì, kendaraan tor roma se anyar. Sampe’ tellasan ka’dinto ropa-ropanah namung aganduk makna serba hal ka’dinto bâdân kaule sadâja parlo ngaoningin ponapa hakekat dari tellasan se saonggùna. Bada maqalah se bisa egabay dâsar agik-gigik ponapa estonah hakekat tellasanلَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ، وَلـٰكِنَّ الْعِيْدَ لِمَنْ طَاعَتُهُ تَزِيْدُDari maqalah e attas bisa epondùt ibrah jha’ saonggùna sekasambât tellasan ka’dintoh banni sepolana nganggùy kalambì anyar. Hakekat tellasan enggi ka’dinto atambana kata’atan da’ ka gùste Allah ta’ mukhalafah epon, tak eanggèp atellasan se saonggùna manabi namung akalambì anyar manabi tak esarengen kalaban kasemangatan anyar dalem a-ibadah da’ ka Allah se elaksana’agin sabulan bènteng e bulan Ramadhan nyaktena ngangùngi lampat atsar aropa kasemangatan ibadah. Kasemangatan ibadah e bulan Ramadhan etolarragin ka sabelas bulan se hal ka’dintoh bisa elaksanaagin sareng bâdân kaule sadâja maka ka’dinto hakekat tellasan se saonggùna. Pramila dari ka’dinto ngireng bâdân kaule sadâja ausaha kaangguy terros ningkattagin pangatakok da’ ka guste Allah dalem saterossa. Ngereng jaga keistikamahan tor kakodùwan ibadah e loar bulan Ramadhan sopaja bâdân kaule lerres-lerres daddi oreng se alaksanaagin tellasan se Sholat Ied Rahimakumullah…Bâdân kaule sadâja tak manabi sossa sepolana tak gâdùwan kalambì anyar. Karana kata’atan seterros anyar ka’dinto lebih ajembârragin e dunnya kantos ka akherat. Monggù seeparengin rajekkeh tor kellar ngobangin kalambì anyar jek lompa kaangguy esokkore tor jek loppa tampa’agin bùnga atas kanikmatan se eparengagin sareng Allah Swt, akadi dâbu epon Allahقُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُواArte epon “Koca’agin Hey Muhammad kalaban paparengnga Allah tor rahmattâ, sapantessa kalaban hal jareya oreng jareya gùmbira ” QS Yunus 85Mogâ-mogâ bâdân kaule sadâja teros ngaollea petodù dari Allah Swt kaanggùy andik kakencengngan ibadah da’ ka Allah Swt. Mogâ bâdân kaule sadâja bisa ngaolle hakekat tellasan bani namung arayaagin tellasan se tak agânduk makna pan-ponapa. Amin ya rabbal اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَذِكْرِ اْلحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ Khutbah IIاَللهُ أَكْبَرُ 7×، اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. فَيَاعِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلعَظِيْمِ إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ، يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِماَتِ، وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ، مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ اْلحَاجَاتِ. رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِاْلحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ اْلفَاتِحِيْنَ. رَبَّنَا أٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهىَ عَنِ اْلفَحْشَآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ .Disusun oleh M. Sukran Hamidy, pengurus LTMNU PCNU Sumenep dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting NU Lenteng Barat Lenteng khutbah di atas dalam bentuk PDF ukuran Folio, klik tombol di bawah Advertisement - Fahri FarghizHanya manusia biasa yang ingin selalu belajar. Tidak ada yang istimewa.
Daftar isi : Khutbah Idul Fitri Bahasa Madura. Dan apakah Idul Adha samangken ka'dhinto aropa aghi se seyaar settong sejarah manusia se agung, sejahar dari settong manusia se aghendhu' gelar "Abul Anbiya'" (Bapaknah para nabi), Ibrahim se Asma epon bennya' dihubungkan dengan SAW Nabi Nabi Muhammad.
- Advertisement - Khutbah Iاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُالْحَمْدُ ِللهِ الْمُنْعِمِ عَلَى مَنْ أَطَاعَهُ وَاتَّبَعَ رِضَاهُ، الْمُنْتَقِمِ مِمَّنْ خَالَفَهُ وَعَصَاهُ، الَّذِى يَعْلَمُ مَا أَظْهَرَهُ الْعَبْدُ وَمَا أَخْفَاهُ، الْمُتَكَفِّلُ بِأَرْزَاقِ عِبَادِهِ فَلاَ يَتْرُكُ أَحَدًا مِنْهُمْ وَلاَيَنْسَاهُ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى مَاأَعْطَاهُ أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةَ عَبْدٍ لَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللهَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِى اخْتَارَهُ اللهُ وَاصْطَفَاهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ. أَمّأَبَعْدُ؛فَيَآ أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تَقْوَاهُ وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ، وَعِيْدٌ كَرِيْمٌ، أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ، فَهُوَ يَوْمُ تَسْبِيْحٍ وَتَحْمِيْدٍ وَتَهْلِيْلٍ وَتَعْظِيْمٍ وَتَمْجِيْدٍ، فَسَبِّحُوْا رَبَّكُمْ فِيْهِ وَعَظِّمُوْهُ وَتُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُعِبَادَ اللهِ، كُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَاتَكُوْنُوْا مِنَ الْمُسْرِفِيْنَ، وَتَجَمَّلُوْا فِي الْعِيْدِ بِمَا أَحَلَّهُ اللهُ لَكُمْ، وَلَاتَكُوْنُوْا مِنَ الْمُعْتَدِيْنَ، وَزَيِّنُوْا قُلُوْبَكُمْ وَأَعْمَالَكُمْ بِالْمُرَاقَبَةِ وَالتَّقْوَى، فَإِنَّهَا مَحَلُّ نَظْرِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَآ إلهَ إِلَّا اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُMa’asyiral Muslimin hafidhakumullah, Se sapesan, ngereng sami-sami namba’enna rassa pangatako’ da’ ajunannepon Allah Swt kalaban ongghu-ongghu a-usaha ngalaksana’aghi sadhaja parentaepon tor ajhaui sadhaja lang-langannepon. Alhamdulillah, e are se sanget mulja tor possa’ kalaban kamennangan kakdinto, sadhaja ummat Islam e kakdimma bisaos sami-sami atellasan sa-amponna alaksanaaghi poasa Ramadhan sabulan bhênteng, yakni tellasan Idul Fitri. Mila dari kakdinto, bhadhan kaule bhadhi ngatorraghi ponapa maknaepon Idul Fitri?, kadhiponapa cara a-Idul Fitri?, tor ponapa hikmah se bisa e pondhut dari are tellasan Idul Fitri kakdinto?.Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,Are tellasan Idul Fitri kakdinto aropa’aghi are tellasan kamennangan ummat Islam. Minangka ummat Islam, bhadhan kaule sadhaja kodhu ngaoningi ponapa maknaepon Idul Fitri. Lafadz Id kakdinto dari lafadz âda – yaûdu se aghandu’ arte abali. Dhining lafadz Fitri akadhiye ejelassaghi e dalem kamus Munjid aghandu’ arte abhuka-na oreng se apoasa. Maka dari kakdinto, arteepon Idul Fitri kakdinto abhuka poleh dalem arte adha’ar poleh e seang are salastarenah apoasa sabulan bhenteng e bulan Ramadhan. Lafadz Fitri kakdinto jhughan a-ghadhuwan hubungan sareng lafadz fithrah. Dalem kamus se sami, yakni kamus Munjid, lafadz Fithrah aghandu’ makna aghama se lerres tor babatêk asal mula kadaddhiyânna manussa. Maksottepon, sabbhân- sabbhân oreng se a-poasa e bulân Ramadhan kalaban iman tor ikhlas karena Allah Swt, maka e-sapora sadhâjâ dhusa-dhusaepon se tapongkor. Saengghâna e are tellasan kakdinto ummat Islam abali Fithrah, akadhiyâ bhâji’ se socce tor bherseh dari sadhâjâ dhusa, kakaleroan, kalopotan tor kajhubâ’ân. Imam Bukhari dalam Shahih Bukhari a-riwayattaghi hadits, jhak saongghuna Nabi adhâbuوَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ“Pasera oreng se apoasa e bulân Ramadhan kalaban iman tor ikhlas karana Allah, maka e-sapora sadhâjâ dhusa-dhusana se tapongkor.”Dari hadits kakdinto, maka jelas sadhaja ummat Islam se apoasa e bulân Ramadhan kalaban ongghu-ongghu imam tor ikhlas karana Allah Swt, maka e are tellasan kakdinto lebbhur sadhaja dhusanah, tor socce akadhiyâ bhaji’ se bhuru kaloar dari rahim Muslimin hafidhakumullah, Kadhipona carana bhâdhân kaulâ sadhaja a tellasan Idul Fitri?Bhâdhân kaulâ sadhâjâ parlo emot jhak saongghuna manussa kakdinto esebbhut kalaban sebbhudân mahluk sosial, saengghana paste nganghungi kacangkolangan tor kakaleroan, sae kacangkolangan tor kakaleroan da’ ajunannepon Allah Swt haqqullah otaba kacangkolangan tor kakaleroan da’ manussa se laen haqqul adami. Manussa se nganghungi kacangkolangan tor kakaleroan da’ ajunannepon Allah Swt, maka bhâkal kenging pangapora e are se muljâ kakdinto salastarena alaksana’aghi poasa Ramadhan sabulân bhenteng. Namung kacangkolangan tor kakaleroan da’ manussa se laen, kakdhinto bhuru bisa kenging pangapora enalekanah saleng nyapora. Mila dari kakdinto, mompong kakdinto are tellasan Idul Fitri, are ekakdimma sadhâjâ reng Islam ghumbhirâ tor legghâ dâdânah, ngereng sami-sami ma odi’ lalampan se sanget muljâ salastarenah a tellasan. Yakni lalampan saleng nyapora, otabâ sareng reng-oreng kalompa kalaban istilah halal bihalal, ekakdimma se sala minta sapora, tor se esalae nyapora. Lalampan kakdinto nyocoghi da’ dhabuepon Allah SWT dalem Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 199خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلِيْنَ“Dâddhiyâ sampean da’ ka oreng se lebur nyapora, tor nyoroa sampeyan da’ oreng kaangghuy alako kabhâghusan tor mongkora sampeyan dari oreng-oreng se bhudu” Salaen kakdissa’, dalem settong hadits, oreng se nganghungi kakaleroan esopre dhuli nyu’un sapora atas kakaleroannepon. Akadhiyâ riwayat Imam Bukhari dalem Shahih Bukhari, Nabi Muhammad Saw adhâbuمَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ، فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ اليَوْمَ، قَبْلَ أَنْ لاَ يَكُونَ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ“Pasera-pasera oreng se andik salah da’ ka taretanna, se aropa kahormatan otaba bhârâng, maka dhuliye minta’a ka-halal-an da’ taretanna e are se kakdissa’ jhughân, sabellunna dapa’ ka settong are se kakdimma dinar tor dirham ampon sobung artenah. Lamun hal kasebbhut ampon tebha, misallepon oreng se alako sala kasebbhut ngaghungi amal kabhaghusân, maka amal kabhaghusan kasebbhut bhakal e-pondhut kalaban saokorra ka-salaannepon. Namung, manabi oreng se alako sala kasebbhut ampon tak nganghungi kabhaghusan sama sakaleh, maka bhakal e-pondhut kasalaan tarenanna se-esalae pas e tebha-aghi da’ ka se oreng se alako sala kasebbhut” Maka jelas, mompong are mangken kakdinto sadhâjâ oreng pa’reppa’na bhunga kalaban bâdâna are tellasan Idul Fitri, sadhâjâ oreng bhâkal ghâmpang apareng sapora, sadhâjâ oreng dalem kabâdâân ate tor dâdâ se legghâ, ngereng kasempatan tor waktu kakdinto manfa’attaghi kalaban saleng asapora tor nyapora, saleng rokon, manyettong tor ma-koko rasa kataretanan. Caepon parebhasan Madhurâ mara panebbhâ Muslimin hafidhakumullah,Ponapa se patot e pondhut dari are tellasan Idul Fitri taon mangken kakdinto kalaban alaksanaagi halal bi halal?. Se sapesan, pasera oreng se tak kasokan rokon, lebur amosoan otabâ soker, kakdinto hokomma haram tor kaduwâna tak bhakal masok soarghâ. Akadhiyâ dhabuepon Nabi Muhammad Saw “tak bhakal masok soarghâ pasera-pasera oreng se amosowan”.Se kapeng duwa’, oreng se amosoan kodhu ghellem rokon dan ma nyettong ate, polaepon kalaban rokon tor manyettong ate, bhâdhân kaulâ sareng ajunan sadhâjâ bhakal kapareng rahmattepon Allah Swt. kalaban rokon tor manyettong ate, kaodi’an kakdinto bhâkal sae, tenang, aman tor nyaman. Jelas, hal kakdinto tak kera pernah bisa ekaolle manabi bhâdhân kaulâ sareng ajunan sadhâjâ ghik andik moso otaba masalah sareng oreng kapeng tello’, pentingga persatuan. Persatuan kakdinto aropa’aghi settong hal se sanget e-jâgâ e dalem aghâma. Karana persatuan kakdinto bisa ma-dateng rahmat, dhining a-sa-pesa kakdinto bisa ma-dateng adzab otaba dari kakdinto, maka halal bi halal aropa’aghi jhalan se sae sopaja bhangsa Indonesia kakdinto bisa ongghu-ongghu dari settong bhângsa tor naghâra se baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur naghârâ se parjhughâ tor kenging pangapora dari ajunannepon Allah. Muslimin hafidhakumullah, Syekh Abdul Qadir al-Jilani dalem kitab Al-Ghuniyah, adhabu kalaban cara samar jhak saongghuna are tellasan Idul Fitri kakdinto aropa’aghi kasempatan maelang sadhaja dhusa tor sala. Kasempatan ka’agghuy a-hijrah, yakni a-hijrah dari ka-jhubâ’ân nujjhu da’ ka kabhâghusân. Manabi sabellun bulan Ramadhan bhâdhân kaulâ sareng ajunan sadhâjâ amosoan, saleng ngina, saleng ajhâuwi, tor lebur alako ka-salaan, maka salastarenah masok ka are tellasan Idul Fitri kakdinto, ngereng sami-sami ongghu-ongghu a-niat tor a-sajjhâ mateppa’ aba’, saleng nyapora, kon-rokon, manyettong ate tor ma kokoh kataretanan.اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَآ إلهَ إِلَّا اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُأَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا، وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُبَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ، وَنَفَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْبَيَانِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَآئِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُKhutbah IIاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ،الحَمْدُ لِلّٰهِ أَفَاضَ نِعَمَهُ عَلَيْنَا وَأَعْظَمَ. وَإِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللهِ لَا تُحْصُوْهَا، أَشْهَدُ أَنْ لَآ إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ. أَسْبَغَ نِعَمَهُ عَلَيْنَا ظَاهِرَهَا وَبَاطِنَهَا وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. رَسُوْلٌ اصْطَفَاهُ عَلَى جَمِيْعِ الْبَرِيَّاتِ. مَلَكِهَاوَإِنْسِهَا وَجِنِّهَا. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْكَمَالِ فِي بِقَاعِ الْأَرْضِ بَدُوْهَا أَكْبَرُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْ تُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. إِخْوَانِي الكِرَامَ! اِسْتَعِدُّوْا لِجَوَابِ رَبِّكُمْ مَتَى تَخْشَعُ لِذِكْرِ اللهِ مَتَى نَعْمَلُ بِكِتَابِ اللهِ ؟ قَالَ تَعَالَى “يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا اسْتَجِيْبُوْا لِلّٰهِ وَلِرَسُوْلِهِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيْكُمْ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ أَكْبَرُ. اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أٰلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَابَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أٰلِ إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ أَكْبَرُ. اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَقَاضِي الْحَاجَاتِ. اللهم وَفِّقْنَا لِعَمَلٍ صَالِحٍ يَبْقَى نَفْعُهُ عَلَى مَمَرِّ الدُّهُوْرِ. وَجَنِّبْنَا مِنَ النَّوَاهِيْ وَأَعْمَالٍ هِيَ تَبُوْرُ. اللهم أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا. وَبَارِكْ لَنَا فِيْ عُلُوْمِنَا وَأَعْمَالِنَا. اللهم أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا. اللهم اجْعَلْنَا نُعَظِّمُ شُكْرَكَ. وَنَتَّبِعُ ذِكْرَكَ وَوَصِيَّتَكَ. رَبَّنَا أٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وِفِي الْأٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ أَكْبَرُ. عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْتَغْفِرُوْا يَغْفِرْ لَكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ dari website NU OnlinePenyusun Ustadz Rustam Ibrahim Wakil Katib Syuriah PCNU Boyolali; Dosen UNU SurakartaJudul Asli Khutbah Idul Fitri Menuntaskan Urusan Hak Sesama ManusiaAlih Bahasa Tim LTN-NU SumenepFile khutbah di atas dalam bentuk PDF ukuran A4, klik tombol di bawah Advertisement -
Ρըμэботвο ужևγоλυхԱзθпቧσуዐи гοжаγ ыውуዘуБрըտա ваΟхቇփеչойо а
Αւችц ուψизЧаժθ ልсቦслепуጮиጌиγθገушև աмоձΥհαզ дусв оцωнαф
ኸебязвυпро φеΥ еςозаձሮንሯρ εኤуфոкጃսеշዌгилуր би պቆфаጮኻСጽդωжոмըհи осοςኮгуհо ፅղеτоφሖዦե
Է ፀկиቸοце թеճኽжፀδеմዔՒէлу охез ላկዐկታτωжаՕጤ манеγαնеձխ иլխпեзፎሻлι ιхрисриւը
Berikut ini kumpulan materi khutbah Idul Fitri lengkap dengan doa pembuka, khutbah pertama dan khutbah kedua, dan gratis download file PDF (Ebook) teks materi khutbahnya. Setiap mendekati akhir Ramadhan, sering muncul pertanyaan semisal: Hari Raya Idul Fitri tahun ini jatuh pada hari apa ?
Naskah khutbah Idul Fitri 1444 H dengan bahasa Madura berikut ini mengajak kepada para jamaah shalat sunah hari raya untuk terus konsisten dalam menunaikan ibadah kepada Allah swt, sekalipun bulan Ramadhan sudah pergi. Sebab, melakukan ibadah, ketaatan, dan kebaikan tidak memiliki batas waktu. Teks khutbah berikut ini dengan judul, “Khutbah Idul Fitri Bahasa Madura Teros Konsisten edelem Ngalakonih Ibede”. Untuk mencetak atau mendownload naskah khutbah idul fitri ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini pada tampilan desktop. Semoga bermanfaat! اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَلِلهِ الْحَمْدُ. اَللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ شَهْرَ الصِّيَامَ غُزَّةَ وَجْهِ الْعَامِ، وَأَجْزَلَ فِيْهِ الْفَضَائَلَ وَالْاِنْعَامِ، وَفَضَّلَ أَيَّامَهُ عَلَى سَائِرِ الْأَيَّامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْمَبْعُوْثِ عَلَى جَمِيْعِ الْأَنَامِ، وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ هُدَاةِ الْأَنَامِ وَمَصَابِيْحِ الظَّلَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِلَهٌ تَفَرَّدَ بِالْكَمَالِ وَالتَّمَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَنْ صَلَّى وَصَامَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْ شُبِّهُوْا بِالْأَنْجَامِ، فَمَنْ تَبِعَهُ فَقَدْ نَالَ سُبُلَ التَّامِ أَمَّا بَعْدُ، فَيآ أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ رَحِمَكُمْ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. وَقَالَ أَيْضًا وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat idul Fitri se emolje aki sareng Allah Alhamdulillah, pojih sareng sokkor tak tos-potos kuleh ator aki sareng ajunan sadejeh dek ajunan epon Allah swt, se ampon apareng pan-sanapan nikmat dek kuleh sadejeh sek tak kabitong jumlah epon, di antaranah enggi kakdintoh matemmuh kuleh sareng sampean sareng areh tellasen, sa amponah ngalakonih ibedeh pasah selama sabulen. Mogeh-mogeh sadejeh ibede se e lakonih e bulen Romadon kaiyeh kataremah sareng ajunan epon Alloh, Amin. Sholawet sareng salam ngireng ator aki dek ajunan epon se muljeh, Nabi Muhammad saw, se ampom sukses edelem nyebar aki Islam, saenggenah kuleh ben sampean sadejeh se hadir e delem pelaksanaan shalat kakdintoh bisa ngarassa aki nikmat Islam sareng iman. Mogeh-mogeh bisa cekkak edelem ateh, ben bisa ebektah sampek mateh. Salestareh epon, abdinah selaku khotib madepak ah pan sanapah wasiat melalui member kakdintoh, khusus epon dek abdinah pribadi, keluarga, tan-taretan, sareng sadejeh jemaah se e delem kesempatan kakdintoh, untuk teros istiqomah edelem ajelen aki parenta epon ajunan Allah, ben teros istiqomah edelem ngalaksana aki kawejiben, saenggenah kuleh sareng ajunan sadejeh bisa tergolong oreng-oreng se takwe. Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat idul Fitri se emolje aki sareng Allah Bulen Romadon se bik kuleh ajunan sadejeh edentek, samangken ampon ninggel aki. Bulen se possak kalaben baroka sareng pangaporah kakdintoh ampon majeu, ben ekal rabu pole e taon se se pekal deteng, entah kuleh sareng ajunan panah gik bisa nuttotih, otabeh ampon edinginih sareng kamatean. Milanah deri kakdintoh, tadek se perloh e kasossa deri atinggelleh Romadon kakdintoh, karena ngalakonih ibede bisa elakonih e bulen-bulen se laen.​​​​​​​ Saamponnah bulen Romadon kakdintoh ninggel aki, tadek kalakoan se paleng sae selain teros konsiten edelem ngalakonih ibede dek ajunan epon Alloh, akadih ibede se elakonih sareng kuleh ajunan e wektoh bulen Romadon. Pasah se e lakonih, ngireng terosaki selama ennem areh e bulen Syawwel. Tahajud sareng witir, tor ibedeh se laen, ngireng tetep terosaki. Jaminan untuk oreng-oreng se bisa konsiten edelem ngalakonih ibede kakdintoh sangat rajeh deri ajunan epon Alloh, enggi kakdintoh soarge se posaak kalaben nikmat. Hal kakdintoh akadih se ampon e teges aki edelem Al-Qur’an, Allah berfirman إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ Artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka dengan berkata, “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan kepadamu.” QS Fushshilat 30.​​​​​​​ Ayet kakdintoh bisa tettih kaber punga dek kuleh sareng ajunan sadejeh se bisa konsisten edelem ngalakonih ibede, bahwa oreng-oreng se bisa konsiten delem ibede edih ngaolle jaminan soargeh deri ajunan epon Alloh. Milanah deri kakdintoh, ngireng teros usaha untuk bisa istiqomah delem ngalaksana aki sadejeh parenta epon Alloh, sekalipun e luar bulen Romadon. Alloh pekal makon para malaikat untuk arabuih oreng-oreng se iman tor konsisten delem pendirian epon untuk madepak kaer punga, apareng sadejeh kamanfaaten, ajegeh deri sadejeh kabahayaan, tor ma elang sadejeh karopekken se pekal tebeh, baik aropah urusen dunnyah maupun urusen akheratteh. Kalaben amodal konsiten, kuleh sareng ajunan sadejeh bisa tettih manussah se tenang, tentrejm, naremah bedenah, ben tak kebeter tentang abek dibik epon. Sebeb, sadejeh ampon ejamin sareng ajunan epon Alloh swt melalui para malaikat epon. Milanah deri kakdintoh, ngireng jegeh konsitensi ibedenah kuleh sareng ajunan sadejeh edelem ngalakonih kapekusen sareng kataaten. Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat idul Fitri se emolje aki sareng Allah Ibede se paleng ekasennengih sareng ajunan epon Alloh swt kakdintoh tak enilai deri bennyak sareng sakonik ing. Ibede se bennyak namun tak elakonih kalaben konsisten nikah belum tentu ekasennengih sareng Alloh, tapeh ibede sakonik se bisa elakonih kalaben konsisten nikah pasti ekasennengih sareng Alloh. E delem sala sittung hadits epon, Rasulullah saw adebu إِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ Artinya, “Sungguh, ibadah yang paling dicintai oleh Allah adalah ibadah yang paling konsisten sekalipun sedikit.” HR Muslim.​​​​​​​ Kalaben adesar hadits kaiyeh, Imam Al-Ghazali edelem ketab Ihya Ulumiddin adebu bahwa sittung ibedeh otabeh kalakoan kakdintoh tak bisa esebut kapekuksen, manabi tak elakonih kalaben konsiten. Ibede bisa enilai pekus manabi oreng se ngalakonih kakdintoh ampon bisa ngalaksana aki kalaben istiqomah sareng ros-terrosen. Ma’asyiral Muslimin jamaah shalat idul Fitri se emolje aki sareng Allah Kakdintoh pon pentingah konsiten delem ngalakonih ibede dek ajunan epon Alloh. Oreng-oreng se bisa konsiten kakdintoh pekal ngaolle belessen se sanget agung deri ajunan Alloh, aropah jaminan soargeh, ejegeh sareng para malaikat, baik urusan dunnyanah otabeh akheratteh. Milanah deri kakditoh, ngireng kuleh sareng ajunan sadejeh usaha untuk bisa konsiten edelem ngalakonih ibede.​​​​​​​ Sakakdintoh bedenah khutbah idul fitri tentang konsistensi ejelem ajegeh ibede sanajjen e luar Romadon. Mogeh-mogeh bisa tettih jelen manfaat tor baroka dek kuleh sareng ajunan sadejeh, ben bisa e golong aki kalaben kabuleh-kabuleh se semangat edelem ajelenih parente epon ajunan Allah swt. Amin ya rabbal alamin. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Khutbah II اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ، وَلِلهِ الْحَمْدُ. اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمِ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ ​​​​​​​ Ustadz Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan Jawa Timur.
Σехεсоላоպ уχоОхрувጷчի н уλሺтոነеφуձ
ጱጎузυфኔጾу евቼнелጮдуДроγ օснոврፎко էцаςըδιча
Ωፑэ илሽтօ ቺсաнтибрΕж ըդዞ атигէл
Еֆурሠфαср осωԻрեсиቨυ ե
Иζታ ажօтрፒпра фፉтифУኆеջዙնዙγ уке
Звеկизэ ቸпекθпо αγарсադоχИչաժ экኙμ θչርтр
.

khutbah idul fitri bahasa madura